‘AYAT-AYAT CINTA’, Cinta Berbalut Keimanan

March 6th, 2008 by ellyrias

Bagus nih resensinya, cukup mewakili pendapatku. Gimana dengan anda? Selamat baca ya :)
KapanLagi.com - Pemain: Fedi Nuril, Rianti Cartwright, Carissa Putri, Zaskia Adya Mecca, Melanie Putria

Film ini diangkat dari novel best seller karya Habiburrahman El Shirazy atau biasa disapa Kang Abik, novelis lulusan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Novel tersebut berkisah tentang cinta dan telah banyak menginspirasi banyak remaja muslim. Bukan sekedar kisah cinta biasa tapi mengenai upaya menghadapi berbagai problema cinta secara Islami. Setelah mengalami penundaan tayang yang sebelumnya direncanakan pada Idul Adha 2007, akhirnya AYAT-AYAT CINTA (AAC) tayang mulai 28 Februari 2008.

Film yang dibintangi oleh Fedi Nuril, Rianti Cartwright, Carissa Putri, Zaskia Adya Mecca, dan Melanie Putria ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Tokoh utamanya, Fahri bin Abdillah diamanahkan pada Fedi Nuril. Pemilihan Fedi sebagai tokoh utama melalui proses tarik-ulur karena sosok Fedi yang tidak ’sesuci’ Fahri mengundang kesangsian di kalangan pembaca fanatik AAC.

Fahri diceritakan sebagai pelajar Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir. Hidup Fahri dikejar oleh target karena keluarganya telah mengorbankan segalanya, termasuk sawah warisan kakeknya, agar dia bisa sekolah di Mesir. Fahri berusaha memenuhi target yang digambarkan dalam peta hidupnya, berjuang melawan panas-debu Mesir dan keterbatasan dana. Fahri bertekad menyelesaikan masternya dalam dua tahun, program doktor dalam empat tahun, dan empat tahun kemudian menjadi guru besar.

Fahri juga memiliki target untuk menikah dengan perempuan yang shalehah untuk menyempurnakan agamanya saat dia menyelesaikan tesis magister. Dan waktunya semakin dekat. Sayang Fahri yang hidup ‘lurus’ sulit dekat dengan wanita, meski ada beberapa wanita yang ada di sekitar kisah hidupnya.

Ada Maria Girgis (Carissa Putri), tetangga satu flat yang beragama Kristen Koptik tapi mengagumi Islam dan senang membaca Al Quran, bahkan hafal surat Maryam. Tak hanya Islam, Maria juga mengagumi Fahri yang kemudian berubah menjadi cinta. Sayang rasa cinta itu hanya tertumpah di buku hariannya.

Ada pula rekan senegara Fahri, Nurul (Melanie Putria) anak tunggal seorang kyai Jawa Timur yang juga menuntut ilmu di Al Azhar. Nurul yang pintar dan cantik, juga ketua Wihdah, sebenarnya mencintai Fahri, namun tak pernah memiliki keberanian untuk mengungkapkan atau memberi sinyal cintanya. Demikian pula dengan Fahri yang menaruh hati pada Nurul tapi merasa minder karena dirinya hanya anak petani miskin.

Kemudian ada Noura (Zaskia Adya Mecca), tetangga depan flat Fahri, perempuan cantik yang selalu disiksa oleh ayahnya, Bahadur. Fahri yang berempati dengan Noura akhirnya menolong Noura lepas dari siksaan ayahnya dengan bantuan Maria dan Nurul. Noura yang awalnya digambarkan sebagai perempuan baik-baik, akhirnya menjadi tokoh antagonis di film ini, setelah Noura menuduh Fahri memperkosanya. Tuduhan itu membawa Fahri mengalami ‘petualangan’ dengan aparat penegak hukum di Mesir, termasuk penjaranya.

Satu lagi, gadis yang paling istimewa. Fahri mengenalnya di metro. Saat itu Fahri membela Islam atas tuduhan tuduhan kolot dan kaku. Aisha (Rianti Cartwright), gadis Turki-Jerman berdarah Palestina, pun jatuh cinta pada Fahri. Dan Fahri juga tidak bisa membohongi hatinya.

Pada siapa Fahri akan melabuhkan hatinya? Dapatkah dia menjalani segala rasa cinta dan problema yang mengiringinya dengan tetap berpegang teguh pada Islam yang diyakininya?

Sejak awal rencana pembuatan film ini para penggemar fanatik novel AAC tidak yakin Hanung dapat membuat film ini sebagus novelnya. Bahkan Kang Abik tak berharap banyak atas hasil akhir film adaptasi dari novelnya, karena imajinasi tulisan jauh lebih luas daripada imajinasi visual. Banyak juga yang beranggapan Zaskia tidak cocok berperan sebagai Noura, tapi lebih sesuai sebagai Nurul.

Yang namanya film adaptasi pasti tak luput dari pembandingan dengan novel yang diadaptasi. Bagi penggemar Fahri siap-siap kecewa, karena Fahri di film tak sesempurna Fahri di novel. Fahri di film tidak menguasai beberapa keahlian seperti halnya di novel. Karena itulah, Fahri di film terlihat jauh lebih manusiawi dibandingkan novelnya.

Sayangnya, banyak detail di novel yang dilewatkan oleh Hanung, sehingga terasa ada yang kurang saat menontonnya. Hanung juga lebih banyak memberi porsi pada perilaku ‘poligami’ Fahri. Padahal novel Kang Abik berkisah lebih (jauh lebih dalam) dari hanya persoalan ‘poligami’.

Satu lagi yang paling mengganjal adalah kemampuan orang-orang Mesir dalam memahami dan berbicara bahasa Indonesia. Film yang bersetting di Mesir ini lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia. Saat menontonnya tak ayal ingatan jatuh ke film James Bond tahun 1970-an yang mana orang-orang Uni Soviet sangat fasih berbahasa Inggris.

Meski demikian, sekali lagi, Hanung menunjukkan kualitas tangan dinginnya dalam membesut film untuk kalangan anak muda. Meski ada beberapa yang berbeda dengan novelnya, namun penceritaan Hanung sangat cimaik, khas anak muda, serta mudah diikuti bagi yang belum pernah baca novelnya. Beberapa penambahan, seperti adegan pemukulan Fahri di Metro, kisah tabrak lari Maria, justru menambah greget dan menambal ‘lubang’ dari novel Kang Abik.

Secara umum film chicklit ‘akhwat’ ini mampu memberi pandangan berbeda tentang arti cinta yang dibalut dengan keimanan. (kpl/lin)

Tetesi aku…

December 21st, 2007 by ellyrias

Tuhan,
Engkau tahu aku rapuh
Engkaupun paling tahu aku sombong

Lapisan dosaku menggunung
Laharnya tlah penuhi nadiku

Tetesi aku,
dengan embun ampunMu
Gantikan bara panasku,
dengan sejukMu

Cemburu Kepada Matahari

December 21st, 2007 by ellyrias

Menjelang liburan Ramadhan, seorang
guru memberikan hadiah tahunan kepada
seorang murid yang pendiam dan tak
pernah meminta sarana teknis macam2
kepada gurunya. Hal itu menyebabkan
seorang murid yang sering mendapat
pujian dari guru karena pengalamannya
yang banyak, menjadi panas hatinya.
maka ia bermaksud mengumpulkan fakta2
kenaifan kawannya yang mujur itu untuk
membuktikan bahwa pilihan gurunya kali
itu tidak tepat.

Ketika murid tersebut sudah siap
melaporkan fakta2 yang disusunnya, guru
mendahului berkata: “Kecemburuan sebuah
bintang terhadap matahari, menyebabkan
ia tak mampu untuk menampilkan diri
sejak matahari terbit hingga terbenam”.

Si Penyayang Matahari

December 21st, 2007 by ellyrias

Udin, seorang anak kecil yang biasa
bangun pagi dan dapat menyaksikan
matahari terbit, bertanya kepada ibunya:

“Ibu, memangnya matahari itu tahu kalau
Udin sudah bangun dari tidur? Kok
setiap kali Udin keluar dari rumah, dia
sudah siap menerangi halaman tempat
Udin main sih?”

“Oh, benar sayang! Dia baik hati sama
Udin. Tiap sore, waktu Udin sudah lelah
bermain, dia sudah siap Menyisih.
Supaya Udin Bisa tidur nyenyak!” jawab
Ibunya lembut.

“Mmm, begitu ya” balas Udin manggut-
manggut.

Sejak itu si Udin menjadi sangat sayang
kepada matahari.

COWOK GANTENG VS COWOK JELEK

December 11th, 2007 by ellyrias

kalo cowok ganteng berbuat jahat
cewek-cewek bilang: nobody’s perfect
Kalo cowok jelek berbuat jahat
cewek-cewek bilang: pantes…tampangnya kriminal

kalo cowok ganteng nolongin cewek yang diganggu preman
cewek-cewek bilang: wuih jantan…kayak di filem-filem
kalo cowok jelek nolongin cewek yang diganggu preman
cewek-cewek bilang: pasti premannya temennya dia…

Kalo cowok ganteng pendiam
cewek-cewek bilang: woow, cool banget…
kalo cowok jelek pendiam
cewek-cewek bilang: ih kuper…

kalo cowok ganteng jomblo
cewek-cewek bilang: pasti dia perfeksionis
kalo cowok jelek jomblo
cewek-cewek bilang: sudah jelas jelek…kagak laku…!!!!

kalo cowok ganteng dapet cewek cantik
cewek-cewek bilang: klop…serasi banget…
kalo cowok jelek dapet cewek cantik
cewek-cewek bilang: pasti main dukun…

kalo cowok ganteng diputusin cewek
cewek-cewek bilang: jangan sedih, khan masih ada aku….
kalo cowok jelek diputusin cewek
cewek-cewek bilang:…(terdiam, tapi telunjuknya meliuk-liuk dari
atas ke bawah, liat dulu dong bentuknya).. .

kalo cowok ganteng ngaku indo
cewek-cewek bilang: emang mirip-mirip bule sih…
kalo cowok jelek ngaku indo
cewek-cewek bilang: pasti ibunya Jawa bapaknya robot…

kalo cowok ganteng penyayang binatang
cewek-cewek bilang: perasaannya halus…penuh cinta kasih
kalo cowok jelek penyayang binatang
cewek-cewek bilang: sesama keluarga emang harus menyayangi.. .

kalo cowok ganteng bawa BMW
cewek-cewek bilang: matching…keren luar dalem
kalo cowok jelek bawa BMW
cewek-cewek bilang: mas majikannya mana?…

kalo cowok ganteng males difoto
cewek-cewek bilang: pasti takut fotonya kesebar-sebar
kalo cowok jelek males difoto
cewek-cewek bilang: nggak tega ngeliat hasil cetakannya ya?…

kalo cowok ganteng naek motor gede
cewek-cewek bilang: wah kayak lorenzo lamas …bikin lemas…
kalo cowok jelek naek motor gede
cewek-cewek bilang: awas!! mandragade lewat…

kalo cowok ganteng nuangin air ke gelas cewek
cewek-cewek bilang: ini baru cowok gentlemen
kalo cowok jelek nuangin air ke gelas cewek
cewek-cewek bilang: naluri pembantu, emang gitu…

kalo cowok ganteng bersedih hati
cewek-cewek bilang: let me be your shoulder to cry on
kalo cowok jelek bersedih hati
cewek-cewek bilang: cengeng amat!!…laki- laki bukan sih?

Kalo cowok ganteng baca tulisan di blog ini
langsung ngaca sambil senyum-senyum kecil, lalu berkata “life is
beautiful”
kalo cowok jelek baca e-mail ini, Frustasi, ngambil tali jemuran, trus
triak sekeras-kerasnya “HIDUP INI KEJAAAAMMM.. ..!!!”

LelakiJjujur, Beneran Ada Nih

December 11th, 2007 by ellyrias

Suatu sore, seorang pemuda datang ke sebuah restoran yang menjual ayam
goreng dan membeli 9 potong ayam. Ia membawa ayam gorengnya ke taman,
untuk dinikmati bersama kekasihnya di bawah sinar rembulan yang romantis.

Ketika membuka bungkusan ayam goreng itu, pemuda itu terkejut. Bukan ayam
yang didapatinya, melainkan uang hasil penjualan restoran itu sebanyak
10jt rupiah. Pemuda itu kemudian mengembalikan uang itu dan meminta ayam
goreng sebagai gantinya.

Pemilik restoran, merasa kagum atas kejujuran si pemuda, menanyakan
namanya dan mengatakan hendak menelpon wartawan surat kabar dan stasiun
televisi agar membuat cerita tentang si pemuda. Ia akan menjadi pahlawan,
sebuah contoh nilai kejujuran dan moral yang akan mengilhami yang lain!

Namun pemuda yang sedang lapar itu menolaknya. “Kekasihku sedang menunggu.
Aku hanya ingin ayam gorengku.”
Pemilik restoran menjadi semakin kagum atas sikap si pemuda yang begitu
rendah hati. Ia memohon agar diijinkan menceritakan kejadian itu kepada
wartawan. Pada saat itulah si pemuda jujur menjadi marah dan meminta ayam
gorengnya.

“Aku tidak mengerti” kata pemilik restoran. “Anda adalah satu-satunya
pemuda jujur di tengah dunia yang tidak jujur! Ini merupakan suatu
kesempatan yang baik untuk mengatakan kepada dunia bahwa masih ada
orang-orang jujur yang mau bertindak benar. Saya mohon, beritahukan nama
Anda dan juga nama wanita itu. Apakah ia istrimu?”
“Itulah masalahnya,” kata si pemuda. “Istriku ada di rumah. Wanita di
dalam mobil itu adalah kekasihku. Sekarang berikan ayamku agar aku dapat
pergi dari sini.”